Kamis, 07 Januari 2010

Mengarungi Masa menemukan rukun 13

QS.Al Hadiid 004 :
” Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa; Kemudian Dia bersemayam di atas `Arsy Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi dan apa yang keluar daripadanya dan apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepadanya. Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.”
Menafsirkan ayat adalah ibarat menyelam kedalam samudra semakin dalam semakin panas ,   menyesakkan dada dan  memekakkan telinga  , ayat diatas bukan sekedar khabar cipta bumi dan langit bagian dari alam raya ini  ayat tersebut lebih tertuju pada langit dan bumi diri manusia yang tercipta seindah warna warni langit dan bumi alam semesta.
Satu masa adalah satu etape atau satu periode enam masa berarti enam periode atau episode yang dilalui oleh manusia dalam menjalani alam kehidupannya.
Masa Pertama :
Disebut juga masa penantian pertama , pada masa ini manusia belum lagi dapat disebut karena wujudnya masih berupa saripati ( gen ) yang bersal dari sesuatu dari saripati tanah yang tersimpan didalam tulang sulbi adam oleh karena ini maka masa pertama juga disebut  ” Alam Kandungan Adam ” .
Di alam kandungan adam ini juga terjadi ketetapan hidup dan mati yang pertama , kegagalan mencapai alam kedua adalah kematian bagi  sparma  calon manusia , disebut hidup langgeng jika dapat keluar dari alam kandungan adam dengan selamat.
Masa  Kedua :
Adalah masa ketika ruh bani adam kembali dari alamul rawah untuk menjumpai jasad yang tersimpan dalam rahim ibu, alamarwah adalah alam perjumpaan ruh sekaligus alam penantian yang kedua , menanti saat ditiupkan kedalam janin untuk menjadi manusia baru.
Masa Ketiga .
Adalah masa penantian ovum bertemu sparma  sehingga  menjadi janin calon manusia , disebut juga masa 3 kematian  yang masing-masing disebabkan  oleh :
1.   SParma dan Ovum gagal mencapai penyatuan jadi janin.
2. Janin gagal mendapati ruh.
3. Bayi gagal melewati gerbang kelahiran .
Masa Keempat :
Merupakan masa setelah manusia menempuh kehidupan dialam syahadah ( dunia ini ) ,masa ke empat Adalah masa penantian  kematian atau disebut juga alam sakaratul maut , pada masa ini manusia menunggu datangnya sang maut  .
Masa Kelima :
Merupakan penantian dialam semu , dimasa ini orang mati menunggu masa dibangkitkan dari dalam Kuburnya .
Masa Ke anam adalah masa penantian panjang dimana orang menunggu pengadilan memutuskan masuk surga atau masuk ke dalam neraka.
Keenam masa itu berada diantara tujuh alam kehidupan manusia ;
1. Alam Pertama disebut Alam Arwah.
2. Alam Kedua disebut ALam Sulbi.
3.Alam Ketiga  disebut Alam Rahim.
4. Alam Keempat disebut Alam Dunia.
5. Alam Kelima   disebut juga Alam Qubur.
6. Alam Ke enam adalah Alam  Masyar ( padang Masyar )
7. Alam Ketuju  disebut juga Alam Sorga dan Neraka.
Dalam kehidupannya maka manusia itu melalui 7 alam + 6 masa = 13 episode.
.Siapa yang dapat melalui 13 episode termasuk orang yang beruntung , karena tak semua orang sanggup mencapai 13 episode keberuntungan.
13 point kehidupan ini terangkum dalam sholat , tertib sholat adalah kesabaran.
Maka Maha Benarlah Allloh aza wa jaala wa alaa menjadikan Sholat dan Shobar penolong bagi manusia.



                                  




Senin, 04 Januari 2010

MENGGUNAKAN - MENGELOLA AQAL


Semua orang akan menyatakan diri sanggup menggunakan aqalnya dan tentu akan tersinggung jika ada yang berkata  tak menggunakan aqal ,  namun sebaliknya jika ada pertanyaan ; sudah tertibkah anda menggunakan Aqal  ?
Sulit untuk segera dapat menjawab karena kita tak pernah mendapatkan pelajaran bagaimana mengenal Aqal yang sesungguhnya  dan kalau ada itu materinya tentu berasal dari luar pelajaran agama..
Dalam tehnik sholat hal tersebut perlu disampaikan atau di-ingatkan kembali agar kesalahan yang telah turun temurun dapat dikurangi , menggunakan aqal adalah syarat ibadah sebagaimana ketetapan ilahi , selama ini pengertian menggunakan aqal diplintir dipermudah menjadi " berakal" atau sehat tidak gila  padahal lebih gila lagi kalau orang sehat beribadah tanpa menggunakan ( mengetahui ) aqal.

Apa sebenarnya Aqal itu hingga secara langsung dapat digunakan ?:

Dalam definisi tehnik sholat/ibadah ini  :
Aqal adalah kemufakatan atau penyatuan kerja dari segenap jaringan yang ada dibalik fungsi anatomis otak.
Jaringan Aqal terbentuk dari sentralisasi dasar jaringan kerja yang meliputi , serebum kiri , serebum kanan, depan dan belakang ( memori ).

I (ilmu) ada di serebum kiri keberadaannya diukur dengan IQ
R ( Rasio ) ada di serebum kanan keberadaannya diukur dengan perasaan.
M ( memori ) ada di otak belakang keberadaanya diukur dengan Ingatan.
P ( power ) ada di balik kening keberadaanya diukur dengan konsentrasi.

Berapa besaran nilai tiap unsurnya :
Merujuk pada rumus yang tersimpan dalam Al Qur'an masing masing memiliki besaran nilai 7 ( tujuh )
Sebagaimana di iktibarkan pada binatang lebah ( tawon madu ) maka ke tujuh tingkatan itu terdiri :
1. Ratu
2. Penasehat
3. Pengawas
4.Perencana
5. Pelaksana ( pengatur kerja )
6.Tentara / pelindung kerja.
7. Pekerja.

1. Pada lebah pekerja ada 2 golongan :
a. Pekerja luar bertugas mencari sponsor dari tanaman - bunga.
b. Pekerja dalam bertugas membangun sarang.

2. Lebah pelindung adalah prajurit yang menjaga sarang dan menjaga pekerja.
3. Pelaksana mengatur pembagian tugas bagi tentara dan pekerja.
4. Perencana  memberikan design kerja kepada pelaksana sebagai dasar  pembangunan sarang..
5. Pengawas membantu perencana dan pelaksana dalam menyelesaikan pekerjaannya.
6. Penasehat adalah memberikan arahan kepada bawahan dalam rangka melindungi keamanan  ratu.
7. Ratu sebagai pemimpin tertinggi komunitas sarang dan lebahnya.

Semua itu adalah  skema  kerja dari Jaringan yang juga berlaku di dalam 4 bagian Aqal.
Bersatunya 4 ratu dari empat arah yang berbeda membentuk  4 sisi dinding  Ka'bah diri.

Pada sholat menghadapkan wajah adalah :
Ka'bah diri berhadap pada Ka'bah semesta di Makah al Mukaramah.

Semasa rasululloh saw dahulu menyatukan ke 4 ratu ( bertauhid ) memerlukan waktu 13 ( tiga belas ) tahun .
Ekspresinya adalah adanya wujud ke 4 sahabat utama rasululloh saw. yang namanya kita kenal dengan  Abu bakar ra , Umar ra , Ali kwa  dan Usman ra.

--------------------------------------------------------
Rumusan , uraian diatas adalah asli dan baru pertama dituliskan , jika ada yang kurang jelas atau menyangsikan silakan hubungi  penulis  : Hp 0882 6165 4984..
---------------------------------------------------------------










Jumat, 01 Januari 2010

MENGENAL AQAL

Dalam al Qur'an banyak dijumpai ayat yang menyatakan pentingnya Aqal dalam Ibadah bahkan ada pernyataan keras dalam QS.Yunus 100 :
" ...Allloh menimpakan murkanya pada orang yang tak mempergunakan Aqalnya."

Maka atas dasar ayat tersebut dalam tehnik sholat ini syarat pertama adalah menggunakan aqal , hanya dengan aqal manusia dapat mencapai darajah lebih tinggi dari mahluk hidup yang lainnya.

Tehnik sholat menemukan bahwa aqal itu sesungguhnya ada 3 ( tiga ).
a. Aqal Biasa atau Manah asor sebagaimana di pakai oleh mahluk umumnya.
b. Aqal Standar atau Manah andap dipakai manusia dalam rutinitas keseharian.
c. Aqal Istimewa atau Manah Inggil dipakai manusia sebagai abidu ihsan.

Aqal biasa / umum atau Manah asor dalam bekerjanya adalah karena kebiasaan yang berulang atau rutin kerja pada hewan hal ini biasa disebut insting ( naluri).

Aqal Standart atau Manah asor adalah aqal yang dituntut untuk dipergunakan dalam kehidupan sehari hari sebagai mana di sebut QS Yunus 100.
Aqal Biasa dan standar keduanya berada di dalam satu ruang dalam kepala atau otak

Pada dasarnya keadaan Aqal mahluk adalah seperti di gambar ini , terdiri dari 4 bidang , otak depan . serebum kiri , serebum kanan dan memori di bagian belakang dari semua mahluk yang diciptakan Allloh hanya manusia yang dapat mengelola dan menjalankan fungsi fungsinya.

Dalam Tehnik sholat ini tiap serebum memiliki 7( tujuh )tingkatan kemampuan , 7 tingkat daya pikir , 7 tingkat daya rasa ( dalam al Qur'an di sebut dengan tujuh jalan atau tujuh pintu ).

Tujuh atau pitu (jw) adalah pertolongan yang diberikan Allloh pada setiap orang wajar jika Allloh murka jika tidak dipergunakan ( QS Yunus 100 ).

Jadi Aqal standar adalah merupakan bekal manusia sebagai mahluk sosial.
Kedudukan manusia akan terukur dengan kemampuannya mengendalikan ke empat struktur otak didalam kepala yang masing masing berlapis tujuh ( tujuh lapis langit ).

Penguasaan 7 lapis serebum dalam aqal digunakan untuk melaksanakan perintah Allloh , Rasio adalah satu bagian dari lapisan serebum kanan , Rasio hanya digunakan sebatas untuk berinteraksi dengan sesama mahluk , untuk melaksanakan ibadah rasio tidak dapat dipergunakan karena Rasio tidak dapat menjangkau darajah perintah ibadah .

Adanya Manah andap dan Asor menjadi wajib untuk dikuasai dan dipergunakan dalam rangka mengabdi (Ibadah) pada Allloh .

AQAL Istimewa ( Manah Inggil ):
Dalam al Qur'an ke Istimewaan aqal ini dijelaskan sebagai sarana untuk menerima pelajaran dari Allloh seperti dalil QS al Baqarah 269 :
"Allloh menganugerahkan Hikmah kepada siapa yang Dia kehendaki , dan barang siapa yang di anugerahi al Hikmah , ia benar benar telah di anugerahi karunia yang banyak dan hanya orang ber-aqal yang dapat mengambil pelajaran dari Allloh".

Resep dari Penulis : Jika mau belajar langsung dari Allloh sebagai mana sunah Rasulullah saw maka khatamkan dahulu dalam hal menggunakan aqal bawah , al Hikmah tidak akan diberikan kepada orang yang di murka .

Mungkinkah orang dimurkai dan tak khatam / menguasai 7 lapis serebum bisa jadi rasul....?
Tidak mungkin karena janji Allloh al Qur'an pasti benar.



SYARAT SHOLAT

Dari mulai sekolah dasar sampai sekolah lanjutan , rasanya materi pelajaran sholat dalam kitab pelajaran agama sudah sangat lengkap dan jika anda tamat SLTA berarti telah belajar Agama /sholat selama 12 TH , sungguh bukan masa yang pendek apalagi jika sampai doctoral pasti lebih hebat lagi.

Sebagai pengingat-ingat berikut adalah beberapa syarat sholat sesuai dengan Tehnik sholat yang benar :

a. Beraqal ( menggunakan aqal )
b. Tahu Qalbu ( ber-Iman ).
c. Bersih .
d. Berdiri benar ( kusyu )Mengahadap Kiblat.
c. Telah masuk waktu.

Syarat tersebut adalah bagian dari persyaratan ibadah yang ditentukan dalam Al Qur'an dan sunah.

a. Beraqal :
Manusia sebagai insan agama adalah mahluk sosial yang mampu menggunakan aqal , mampu menggunakan aqal berarti mengetahui fungsi diri yang sebenarnya.

b. Mengetahui Qalbu ( ber-Iman ).
Dasar sholat adalah perintah kerja ( ibadah ) bagi mukmin ( orang ber-iman ), qalbu adalah sarana dasar bertauhid , tanpa mengethui/ mengenal Qalbu seseorang tidak akan pernah dapat membuktikan tauhid ( iman ) yang diakuinya sendiri.

c. Bersih adalah bersih awal sampai akhir , lahir dan batin , bersih adalah keadaan niat , tiada niat selain lillahi ta ala.

d. Berdiri Benar ( Kusyu )
Dalam bersih musholi berdiri bukan dikarenakan sesuatu hal melainkan karena melaksanakan ibadah - sholat Nya.
Menghadap kiblat berarti menafikan segala faham , aliran dan golongan mahluk.
Menghadap kiblat adalah refleksi diri berdiri diatas jalan yang lurus.

e. Masuk Waktu:
Waktu atau masa adalah ketetapan yang secara global terbagi 2.
1. Semasa Hidup atau bernafas.
2. semasa menjalani realita hidup sehari-hari atau 5 masa dalam sehari ( Isya , subuh , luhur , Asar dan Magrib ).
banner